Tampilkan postingan dengan label Persebaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persebaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Persebaya Versi Wishnu Juga Daftarkan ke PSSI

Persebaya Surabaya versi Wishnu Wardhana juga mendaftarkan diri ke PSSI untuk ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. Dengan demikian sudah ada dua Persebaya yang daftar. Sebelumnya Persebaya versi Cholid Goromah.

Sekretaris Persebaya versi Wishnu, Wastomi Suheri, Rabu (17/8/2011) optimistis Persebaya Wishnu akan diterima karena hampir memenuhi segala persyaratan yang ditetap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).


"Kami sudah tidak punya tanggung keuangan karena gaji pemain dan pelatih pada kompetisi 2010-2011 sudah dilunasi. Kami juga punya supporting yaitu adanya tim usia 18 tahun dan 21 tahun," katanya.


Aspek instrastruktur tidak masalah karena stadion Gelora 10 Nopember , Tambaksari, Surabaya sudah dinyatakan layak oleh Badan Liga Indonesia (BLI). Kalau ada kekurangan akan dibicarakan dengan Pemerintah Kota Surabaya sebagai pemiliknya.


Yang belum tinggal perusahaan yang mengelolanya. Kini masih dalam proses. Kami optimistis sebelum masa pendaftaran ditutup tanggal 22 Agustus 2011, PT sudah jadi, kata embahnya Bonek , nama suporter fanatik Persebaya ini.


Ditanya tentang kubu Cholid yang juga sudah mendaftar, Wastomi menyerahkan kepada PSSI. Biar PSSI yang memberikan assesment. Kami optimistis Persebaya Wishnu yang sah. Persebaya Cholid hasil Musanglub yang cacat hukum, tegasnya.


Sebagaimana diberitakan, Persebaya Divisi Utama terbelah menjadi dua. Yaitu Persebaya yang dipimpin Wishnu Wardhana, dan Persebaya yang dipimpin Cholid Goromah atau hasil Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub), pekan lalu yang melengserkan Wishnu.


View the original article here

Rabu, 16 November 2011

Persebaya Cholid dan Persebaya 1927 Dilebur

Persebaya Divisi Utama versi Cholid Goromah akhirnya dilebur dengan anggota Liga Primer Indonesia, Persebaya 1927 untuk ikut mendaftar kompetisi level satu Liga Indonesia mendatang.

"Pak Cholid mendapat amanat dari Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub) untuk melebur Persebaya Divisi Utama dengan Persebaya 1927," kata Koordinator Humas Persebaya, Ram Surahman, Rabu (17/8) malam.


Peleburan itu bertujuan agar Persebaya kembali utuh dan solid menghadapi kompetisi mend atang yang tentunya lebih berat. Tidak lagi ada Persebaya Divisi Utama dan Persebaya 1927. Sasaran peleburan itu adalah masuk level satu.


Cholid Goromah yang juga Ketua Pengurus Cabang PSSI Surabaya terpilih menjadi Ketua Umum Persebaya Divisi Utama dalam Musanglub, pekan lalu, menggantikan Wishnu Wardhana yang dilengserkan. Namun Wishnu menolak dilengserkan karena Musa nglub dia nilai cacat hukum.


Menurut R am Surahman, peleburan nanti di bawah bendera PT Persebaya Indonesia yang selama ini mengelola Persebaya 1927. Saham 30 klub anggota Persebaya di PT Persebaya Indonesia diwadahi dalam koperasi.


Selanjutnya PT Persebaya ini yang memiliki hak komersial Persebaya untuk ikut kompetisi, tegasnya.


Dikatakan, PT Persebaya Indonesia ini merupakan bentuk legal dari Persebaya saat ikut Indonesia Super Liga (ISL) pada tahun 2009 lalu. Hanya saja dipaksa bercerai oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada saat ISL 2010. "Nurdin tanpa prosedur mengangkat Wishnu Wardhana dengan selembar surat. Sedang PT Persebaya Indonesia tetap eksis melalui LPI," kata Ram.


View the original article here

Selasa, 15 November 2011

Persebaya Langsung Mendaftar

"Kami sudah mendaftarkan Persebaya ke PSSI. Kami optimistis bisa memenuhi syarat yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)," ujar Koordinator Humas Persebaya, Ram Surahman, Selasa (16/8/2011).


Cholid Goromah yang juga Ketua Umum Pengurus Cabang PSSI Surabaya, terpilih menjadi Ketua Umum Persebaya Divisi Utama pada Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub) menggantikan Wishnu Wardhana. Kubu Wishnu menganggap Musanglub itu cacat hukum dan tidak sah .


Ram mengatakan, lima persyaratan yang ditetapkan tidak memberatkan. Untuk personel tidak ada masalah. Pada aspek supporting, Persebaya memiliki 30 klub. Memiliki basis pe mbinaan mulai umur 12 tahun sampai 21 tahun.


"Untuk aspek infrasruktur kami akan membicarakan dengan pemiliki Stadion Gelora 10 Nopember yaitu Pemerintah Kota Surabaya untuk disempurnakan. Saya kira itu tidak sulit," katanya.


Mengenai persyaratan down payment yang harus disediakan Persebaya sebesar Rp 5 miliar, menurut Ram, kini sedang dibicarakan Cholid dengan kalangan calon sponsor. Namun Ram belum bersedia menyebutkan siapa calon sponsor klub kebanggan arek-arek Suroboyo ini.


Kabar santer menyebutkan bahwa salah satu calon sponsor utama adalah Grup Medco, sebuah perusahaan pertambangan milik tokoh LPI, Arifin Panigoro. 


View the original article here

Selasa, 04 Oktober 2011

Pemain Persebaya Bingung

Pemain Persebaya Divisi Utama bingung karena tidak jelasnya masa depan mereka. PT Persebaya Indonesia sebagai pengelola sementara Persebaya dinilai tidak mengakomodasi kepentingan mereka dan hanya mengakomodasi mantan pemain Persebaya 1927 yang ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).


Beberapa pemain mengatakan, Senin (3/10/2011), selama ini mereka setia dengan Persebaya Divisi Utama atau yang dikenal dengan Persebaya versi Wishnu Wardhana. Mereka dijanjikan manajemen untuk tetap bergabung saat Persebaya ikut kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) yang akan digulirkan mulai 15 Oktober mendatang.


Dalam waktu yang sudah mendesak, sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan klub. Apalagi prestasi mereka saat kompetisi Divisi Utama juga tidak bagus walau sebenarnya penampilan buruk mereka karena gaji tidak dibayar beberapa bulan.


Seorang pemain senior mengatakan, sudah bertemu manajemen. Selalu diminta untuk tetap setia karena pasti akan masuk skuad Persebaya ISL. Tetapi ternyata yang direkrut hanya pemain Persebaya 1927.


Komite Eksekutif PSSI memutuskan bahwa Persebaya Surabaya harus membentuk perseroan terbatas (PT) baru dalam waktu 30 hari terhitung mulai Sabtu (1/10). Komposisi kepemilihan saham pada PT baru tersebut adalah 40 persen dimiliki klub-klub pemilik Persebaya, 30 persen PT Persebaya Indonesia atau dikenal dengan kubu Persebaya Cholid Goromah, dan 30 persen PT Mitra Muda Inti Berlian atau kubu Persebaya Wishnu.


Sambil menunggu PT baru terbentuk, untuk sementara pengelolaan Persebaya ada di tangan PT Persebaya Indonesia. Sebagai pihak yang dipercaya mengelola, ternyata Persebaya Cholid hanya merekrut pemain Persebaya 1927 dengan alasan sudah padu. 


View the original article here