Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Arema Kontrak 18 Pemain

Persiapan terus diintesifkan Arema Malang menjelang deadline assessment PSSI untuk ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. Hingga Kamis (18/8/2011), sudah 18 pemain dikontrak.

"Kami masih butuh sedikitnya tujuh pemain lagi di pelbagai posisi karena target kami minimal memiliki 25 pemain," kata Media Officer Arema Singo Edan Malang, Sudarmaji.


Pemain yang sudah resmi dikontrak adalah Kurnia Mega, Dian Agus, Ajisaka, Purwaka, Waluyo, Zulkifli, Beny, Leonard, Bustomi, Revi, Sunarto, Alfarizi, Hendro, Siswanto, Dendy, Musafri, Saktiawan Sinaga, dan Arif Suyono.


Sudarmaji tidak bersedia membeberkan nilai kontrak dan masa kontrak para pemain itu dengan alasan untuk menjaga komitmen bersama. Hanya untuk Saktiawan Sinaga, mantan striker timnas dan Semen Padang, dikontrak untuk tiga  tahun.


Adapun untuk pemain asing, klub kebanggaan genaro Ngalam (orang Malang) ini masih menunggu regulasi dari PSSI. Arema kini sudah berbicara dengan dua pemain Singapura. "Pemain asing yang sangat kami butuhkan itu adalah untuk posisi striker dan stopper," katanya.


Jika PSSI membatasi setiap klub hanya boleh memiliki tiga pemain asing, berarti Arema masih membutuhkan empat pemain lokal. Menurut Sudarmaji, Arema terus memburu pemain tim nasional.


Beberapa pemain tim nasional yang sudah didekati Arema adalah striker Christian Gonzales, gelandang M Ridwan, dan striker Boas Salossa.


View the original article here

Rabu, 16 November 2011

Inilah Nama-nama Pemain Arema

 PT Arema Indonesia di bawah kendali investor baru Iwan Budianto akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan memperkuat skuad Arema pada musim kompetisi 2011/2012. Dari 18 pemain yang diumumkan, 14 orang di antaranya merupakan pemain wajah lama.

Nama pemain yang resmi akan memperkuat Arema itu di antaranya adalah kiper Kurnia Meiga, Dian Agus Prasetyo, dan Aji Saka. Lini belakang diisi oleh Purwaka Yudhi, Waluyo, Benny Wahyudi, Zulkifli Syukur, Leonard Tupamahu, dan Farizi.


"Tiga pemain (belakang) masih dirahasiakan. (Mereka) masih terikat kontrak dengan klub sebelumnya sampai akhir bulan ini, makanya kami tak berani sebutkan. Tunggu waktunya saja untuk diumumkan," kata Iwan Budianto dalam umpa pers di Kantor Arema, Jalan Sultan Agung, Kota Malang, Rabu (17/8/2011) petang.


Untuk gelandang posisi, ada nama Ahmad Bustomi, Juan Revi, Dendi Santoso, Arif Suyono, mantan pemain Sriwijaya FC, Sunarto, dan Hendro Siswanto yang pernah membela Persela Lamongan. Tiga pemain lain masih dirahasiakan karena belum putus kontrak dengan klub lama.


Adapun untuk posisi striker, ada Yongki Aribowo, Saktiawan Sinaga, mantan pemain Semen Padang, dan Musyafri. Satu lagi pemain juga dirahasiakan dengan alasan sama.


"Jadi untuk kiper hanya ditambah Dian Agus Prasetyo, mantan kiper Pelita Jaya. Ahmad Kurniawan dan Syaifudin yang ikut memperkuat musim lalu terpaksa tidak kami kontrak," jelas Iwan.


"Untuk posisi Yongki Aribowo dan Musyafri adalah dua striker Arema yang kami pertahankan. Selain itu, manajemen juga memasukkan mantan striker Semen Padang, Saktiawan Sinaga yang sudah bergabung dengan Arema," katanya.


Iwan menambahkan, manajemen Arema akan mengoleksi 25 hingga 26 pemain untuk memperkuat tim berlogo Kepala Singa itu. Iwan juga belum mengumumkan keberadaan pemain asing dalam skuad "Singo Edan" karean manajemen masih menunggu keputusan resmi dari PSSI terkait penggunaan pemain asing.


"Saya sudah berkomunikasi dengan duo Singapura. Katanya mereka siap bergabung lagi dengan Arema. Tapi kami masih menunggu regulasi dulu dari PSSI," ujarnya.


Iwan menambahkan, memburu pemain asing yang berkualitas lebih mudah dibanding mencari pemain lokal berkualitas tinggi. Dengan alasan ini pula manajemen memprioritaskan memburu pemain lokal terlebih dahulu. "Biasanya, bergabungnya pemain asing itu ditentukan oleh pelatih kepala dan, kemungkinan besar, pelatih yang akan kami ambil adalah Robert Alberts," katanya.


Robert semula menolak tawaran tersebut sebelum tanggungan utang Arema sebesar Rp 100 juta dilunasi. Setelah Arema menyelesaikan tunggakan utang kepada Robert itu pada Senin (15/8/2011) lalu, Robert sudah siap melatih Arema.


View the original article here

Minggu, 23 Oktober 2011

Sriwijaya FC Tak Daftarkan Pemain ke LPI

 


"Sebenarnya semua kelengkapan mulai dari data manajemen hingga 28 pemain yang kita miliki sudah disiapkan, tetapi kita memilih untuk sementara menahan ke-28 pemain kita untuk didaftarkan," ungkap Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (Sekretaris PT SOM) Faisal Mursyid, Kamis (20/10/2011).


Menurut Faisal, keputusan tersebut diambil karena Sriwijaya FC (SFC) menilai PSSI selama ini terkesan membuat aturan yang tidak sesuai dengan statuta. Mengutip pernyataan Direktur Teknik PT SOM Hendri Zainuddin, Tribunnews.com melaporkan bahwa SFC lebih mengakui legalitas Liga Super Indonesia (LSI) di bawah PT Liga Indonesia (LI) musim lalu dibandingkan LPI musim ini.


"Untuk semua itu, kita kembali kepada PSSI. Bukan berarti kita tidak ingin mengikuti kompetisi," kata Faisal.


Secara terpisah, Pelatih Kas Hartadi juga membenarkan bahwa SFC sudah mempersiapkan 28 nama pemain untuk berlaga dalam kompetisi 2011/2012. Manajemen SFC masih akan menunggu perubahan lebih lanjut di tubuh PSSI.


Berikut skuad pemain SFC musim ini:


Kiper: Ferry Rotinsulu, Rifky Dayton Mokodompit, Andi Irawan, Tri Hamdani Goentara.


Belakang: Darwin, Rendy, Supardi, Achmad Markus Bahtyar, M Ridwan, Jeki Arisandi, Mahyadi Panggabean, Thierry Gathuessi, Achmad Jufriyanto, M Sobran, Seftia Hadi, dan Nova Arianto.


Tengah: Siswanto, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Syamsul Khairuddin, Lim Jun Sik, Ruly Saputra, Rahmad Rivai, Hilton Moreira.


Penyerang: Keith Kayamba Gumbs, Risky Novriansyah, Khoirul Huda, Rizky Dwi Ramadhan.


View the original article here

Kamis, 13 Oktober 2011

PSSI: Lebih Penting Evaluasi Pemain daripada Pelatih

Pemain timnas Indonesia berlatih untuk menghadapi pertandingan kualifikasi pra Piala Dunia 2014, di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7/2011). Pada laga kualifikasi tersebut timnas bersama pelatih barunya Wim Rijsbergen, akan bertemu dengan Turkmenistan pada 23 Juli 2011. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator tim nasional Indonesia, Bob Hippy, mengatakan, akan segera melakukan evaluasi terhadap semua pemain timnas Indonesia. Menyusul rentetan kekalahan timnas dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 belakangan ini, menurut dia, para pemainlah yang sebenarnya perlu dievaluasi daripada pelatih Wim Rijsbergen.

Bob Hippy merasa evaluasi makin diperlukan setelah kekalahan tim Indonesia dari Qatar dengan skor 2-3 di laga lanjutan Grup E Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (11/10/2011).

"Kita kemarin enggak punya bola. Kalau you punya bola, you akan kontrol pertandingan. Kalau mereka profesional, pelatih sudah tidak berpengaruh lagi. Kita tidak ingin kehilangan bola dan tidak direbut dengan gampang," katanya kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu (12/10/2011) siang.

Saking kecewanya, Bob yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI itu bahkan mengatakan, timnas takkan bisa mengalami peningkatan performa sekalipun mendatangkan pelatih sekelas Jose Mourinho yang kini sedang membesut Real Madrid. Menurut dia, pelatih yang bagus harus diimbangi dengan materi pemain yang juga sama bagusnya.

"Mourinho pun tak akan bisa menangani Indonesia 4 sampai 5 tahun ke depan tanpa kita memulai membenahi dari dasar. Kita harus memulai dari dasar. Jadi, pelatih yang bagus nanti datang, dia sudah memiliki materi pemain yang bagus. Kalau materi yang ada sekarang, tidak bisa," tandasnya.


View the original article here

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kontrak Pemain Deltras Belum Jelas


Pemain Deltras. Foto: Dok.JPNNSIDOARJO - PT Delta Raya Sidoarjo berencana mengikat pemain sebanyak mungkin di Deltras. Dengan tujuan, selain memiliki banyak pilihan untuk menjadikan tim Delta Putra Sidoarjo (Deltras) solid, perusahan ini juga berencana meminjamkan para pemainnya ke sejumlah klub.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Sebab, ada sejumlah pemain yang mepertanyakan status mereka di tim berjuluk The Lobster itu. Maklum, setelah mengikuti seleksi sejak Agsutus lalu, mereka belum juga disodorkan surat kontrak.
"Belum, belum ada kontrak. Saya pikir kami langsung dikontrak setelah mengikuti tes kesehatan bulan lalu. Tapi, ternyata tidak, kami hanya diajak komunikasi secara lisan oleh manajemen," ujar salah satu pemain yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Jawa Pos.
Menurut dia, dengan belum adanya kejelasan kontrak tersebut membuat perasaan mereka dipenuhi dengan rasa was-was. Mereka khawatir manajemen berubah pemikiran dan rencana tidak melakukan pencoretan hanya wacana kosong.
"Apalagi saat ini manajemen terus mendatangkan pemain-pemain yang telah punya nama dan cukup berpengalaman. Otomatis persaingan dalam tim semakin ketat," ujar sumber tersebut.
Ya, sebelumnya manajemen berkoar akan memprioritaskan pemain muda dalam pembentukan skuad Deltras. Alasannya, tenaga muda lebih fresh. Namun, tampaknya manajemen berubah pikiran setelah mengikuti turnamen segitiga di Bangka Belitung akhir September lalu.
Manajemen mulai mendatangkan banyak pemain senior yang mulai mereka datangkan, sebut saja Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), serta mantan pilar Arema Malang Benny Wahyudi, Waluyo, Juan Revi dan Purwaka.
Secara terpisah direktur utama PT Delta Raya Sidoarjo, Mafirion Syamsuddin membenarkan bahwa mereka belum melakukan tanda tangan kontrak dengan pemain. Alasannya, sampai saat ini PSSI sebagi legulator Liga Indonesia belum menerbitkan salinan kontrak kerja antar klub dan pemain.
"Sebenarnya surat kontrak itu harus dari federasi, biar kalau ada sengketa antara pemain dan klub, semangat penyelesaiannya ada di PSSI," ujar pria yang pernah menjadi anggota executive committee (exco) PSSI ini. (dik)

  (function(d){var js,id='facebook-jssdk';if(d.getElementById(id)){return;}js=d.createElement('script');js.id=id;js.async=true;js.src="//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";d.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(js);}(document));
View the original article here

Pemain Indonesia Bisa Main di Brisbane Roar

OLAHRAGA - SEPAKBOLA Sabtu, 08 Oktober 2011 , 08:52:00
JAKARTA - Bakrie Group terus melebarkan sayap dengan membeli klub di luar negeri. Setelah sebelumnya membeli saham klub Divisi II Belgia CS Vise, awal pekan ini Bakrie Group membeli 70 persen saham klub juara A-League (Liga Australia) musim lalu, Brisbane Roar.
Sebagaimana dilansir Wikipedia, Bakrie Group menggelontorkan dana 8 juta dolar Australia untuk jangka waktu sepuluh tahun. Sebanyak 30 persen sisa saham Brisbane Roar masih dimiliki Federasi Sepak Bola Australia (FFA).
Dalam kesepakatan, Bakrie Group masih punya opsi untuk menambah kepemilikan saham 20 persen lagi. Sebagai chairman, Bakrie Group menempatkan salah satu orang kepercayaannya, Dali Taher. Menurut dia, setelah Australia Bakrie Group juga akan membeli saham klub di liga Belanda."Bakrie Group memiliki perhatian terhadap olahraga dan kami memiliki investasi di sejumlah klub sepak bola di seluruh dunia," tutur Aga Bakrie sebagaimana dirilis Courier-Mail.
Aga Bakrie adalah putra Nirwan Dermawan Bakrie. "Filosofi kami adalah investasi jangka panjang dan membangun klub untuk sukses dalam cara yang terkontrol dan berkelanjutan," lanjut dia.
Salah satu orang dekat keluarga Bakrie, Rahim Soekasah, menyatakan bahwa Brisbane Roar ke depan bisa menjadi jembatan bagi pesepak bola Indonesia untuk mengembangkan karir di pentas internasional. "Bakrie Group tidak asal beli membeli klub. Australia telah berbicara banyak di sepak bola dunia dan beberapa kali ikut Piala Dunia. Brisbane Roar juga juara Liga Australia jadi bisa tampil di Liga Champions Asia musim depan," ucap Rahim.
Mantan ketua BTN (Badan Tim Nasional) itu menyatakan, Bakrie Group sudah membuat kesepakatan dengan FFA bahwa nanti pemain Indonesia boleh bermain untuk Brisbane Roar. "Jadi, kami punya pilihan untuk memasukkan pemain guna menambah pengalaman. Bisa ke SAD Uruguay, Vise, atau Brisbane Roar," jelas Rahim.
"Tetapi, untuk yang Brisbane Roar kami sepertinya akan menempatkan pemain yang sudah jadi. Nantinya para pemain juga bisa membela tim nasional Indonesia." (ali/c8/aww)

korban lapindo
Usul tolong urusi korban lapindo, jangan seenaknya sendiri dimasukan bencana alam dan uang rakyat untuk talangi, sungguh terrrr laaaa luuuu Dman
Usul nih.. cobalah dulu membenahi pelita jaya menjadi klub yg disegani di Indonesia dan level Asia.. dulu ada Pardedetex sebagai contoh...
  (function(d){var js,id='facebook-jssdk';if(d.getElementById(id)){return;}js=d.createElement('script');js.id=id;js.async=true;js.src="//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";d.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(js);}(document));
View the original article here

Jumat, 07 Oktober 2011

Kontrak Pemain di Harus Bawah PT

 

Arema versi Rendra Kresna mengingatkan agar pemain dan pelatih yang hendak mengikat kontrak dengan klub Arema harus di bawah naungan perseroan terbatas (PT) Arema Indonesia.

Untuk diketahui, sesuai dengan syarat verifikasi klub profesional, maka pemin, pelatih, ofisial mengikat kontrak dengan direksi di bawah naungan PT.


"Berdasarkan SK Departemen Kehakiman dan HAM No. AHU-0073916.AH.01.09 Tahun 2011 yang diterbitkan tanggal 14 September 2011, Direktur Utama PT Arema Indonesia adalah Iwan Budianto," kata Media Officer Arema Rendra, Sudarmaji, Sabtu (8/10/2011).


Menurut Sudarmaji, Legal Officer PT Arema Indonesia, mengingatkan agar semua pihak, termasuk calon sponsor maupaun investor yang mengikat perjanjian dengan PT Arema Indonesia agar teliti dalam mengkaji dokumen legal, serta struktur direksi yang di dalamnya.


Sekaligus, menegaskan syarat verifikasi dari AFC dan PSSI bahwa ikatan kontrak harus dilakukan dengan struktur direksi di PT, sebab klub dikelola dengan badan hukum PT.


Apabila terjadi klaim dan kesengajaan, PT Arema Indonesia tidak bertanggung jawab bila terjadi persoalan dikemudian hari, tegasnya.


Arema yang akan terjun pada kompetisi level satu Indonesia Super Liga adalah Arema versi M Nur sesuai keputusan PSSI. Namun, Arema versi Rendra mengklaim bahwa sesuai keputusan Menkumham, PT-nya yang sah.


View the original article here

Rabu, 05 Oktober 2011

Pemain Teras Arema Eksodus

Pemain Arema memilih ekosudus setelah PSSI memutuskan mengakomodasi rivalnya, Arema versi M Nur, untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang. Mereka ingin suasana baru karena di Arema tidak enjoy lagi akibat konflik manajemen.
Pemain teras itu antara lain pemain PSSI Pra Piala Dunia Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Zulkifli, Saktiawan Sinaga, Purwaka, Benny Wahyudi, Waluyo, dan Juan Revi. Sebelum eksodus, para pemain ini sudah menandatangani prakontrak dengan Arema versi Rendra Kresna. Akan tetapi karena yang diakomodasi adalah Arema versi M Nur, para pemain kemudian memilih eksodus, dan saat ini masih mencari klub di luar Arema.
Kalangan pemain umumnya beralasan pilih aksodus karena trauma gaji mereka tidak dibayar beberapa bulan pada musim kompetisi ISL tahun 2010-2011. Saat itu manajemen dipegang M Nur. Gaji mereka tiga bulan kemudian dilunasi Rendra Kresna.
Selain itu, mereka merasa hubungan antara Aremania dan Arema M Nur kurang mesra, sehingga membuat tidak enjoy jika bermain di Arema. " Saya ingin suasana baru yang kondusif," kata seorang pemain senior yang enggan disebut namanya.
Sempat beredar tuduhan bahwa hengkangnya pemain ini sebagai cara Arema Rendra menggembosi Arema versi M Nur. Namun, kabar ini dibantah Media Officer Arema Sudarmaji, Rabu (5/10/2011).
Menurut Sudarmaji, karena Arema Rendra Kresna pasti tidak ikut kompetisi akhirnya pemain dilepas setelah mengembalikan uang kontrak. Kasihan pemain kalau sampai ditahan.
Kami sangat menghargai dedikasi pemain kepada Arema Indonesia selama ini. Kami menghargai apa yang menjadi keputusan pemain untuk memilih klub, katanya.
View the original article here

8 Pemain Mundur dari Arema Versi Rendra



Delapan pemain Arema Indonesia mengajukan surat pengunduran diri dari manajemen Arema versi Rendra Kresna.
Media Officer Arema Indonesia versi Rendra Kresna, Sudarmadji, melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (4/10/2011) petang, mengatakan bahwa delapan pemain itu mengembalikan uang muka kontrak pemain. Mereka adalah Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Saktiawan Sinaga, Purwaka Yudi, Benny Wahyudi, Waluyo, serta Juan Revi.
"Kami sangat menghargai keputusan para pemain yang mengundurkan diri sebab itu adalah bagian dari tuntutan profesionalisme," kata Sudarmadji.
Sebelumnya, PSSI telah menunjuk Arema kubu Muhammad Nur sebagai pengelola sah Arema melalui surat nomor 1698/AGB/152/IX-2011. Meski demikian, Sudarmadji memastikan akan mengajukan upaya hukum atas keputusan PPSI tersebut.
Sudarmaji mengatakan, jika sampai batas waktu pendaftaran pemain ditutup dan upaya hukum itu belum membuahkan hasil, manajemen tetap mempersilakan pemain untuk mencari klub baru atau mengajukan surat pengunduran diri dari manajemen.
"Kami tetap menginstruksikan kepada pemain dan pelatih yang sudah menandatangani prakontrak dengan kami agar tetap berlatih rutin guna mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim 2011-2012," katanya.
Ia mengatakan, jika pemain yang sudah menandatangani perjanjian prakontrak dengan manajemen dan ingin bergabung dengan klub lain, pemain itu harus membuat surat pengunduran diri. Pemain juga harus mengembalikan dana yang sudah mereka terima.
"Jika tidak mau memenuhi ketentuan itu, manajemen akan menempuh jalur hukum, dan bagi pemain yang tetap ingin bertahan, manajemen menyampaikan penghargaan dan tetap dipersilakan mengikuti latihan," katanya.
Para pemain yang telah menandatangani perjanjian prakontrak dengan manajemen Arema Indonesia kubu Rendra Kresna melalui sekretaris tim mencapai 14 pemain.
View the original article here

Selasa, 04 Oktober 2011

Pemain Persebaya Bingung

Pemain Persebaya Divisi Utama bingung karena tidak jelasnya masa depan mereka. PT Persebaya Indonesia sebagai pengelola sementara Persebaya dinilai tidak mengakomodasi kepentingan mereka dan hanya mengakomodasi mantan pemain Persebaya 1927 yang ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).


Beberapa pemain mengatakan, Senin (3/10/2011), selama ini mereka setia dengan Persebaya Divisi Utama atau yang dikenal dengan Persebaya versi Wishnu Wardhana. Mereka dijanjikan manajemen untuk tetap bergabung saat Persebaya ikut kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) yang akan digulirkan mulai 15 Oktober mendatang.


Dalam waktu yang sudah mendesak, sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan klub. Apalagi prestasi mereka saat kompetisi Divisi Utama juga tidak bagus walau sebenarnya penampilan buruk mereka karena gaji tidak dibayar beberapa bulan.


Seorang pemain senior mengatakan, sudah bertemu manajemen. Selalu diminta untuk tetap setia karena pasti akan masuk skuad Persebaya ISL. Tetapi ternyata yang direkrut hanya pemain Persebaya 1927.


Komite Eksekutif PSSI memutuskan bahwa Persebaya Surabaya harus membentuk perseroan terbatas (PT) baru dalam waktu 30 hari terhitung mulai Sabtu (1/10). Komposisi kepemilihan saham pada PT baru tersebut adalah 40 persen dimiliki klub-klub pemilik Persebaya, 30 persen PT Persebaya Indonesia atau dikenal dengan kubu Persebaya Cholid Goromah, dan 30 persen PT Mitra Muda Inti Berlian atau kubu Persebaya Wishnu.


Sambil menunggu PT baru terbentuk, untuk sementara pengelolaan Persebaya ada di tangan PT Persebaya Indonesia. Sebagai pihak yang dipercaya mengelola, ternyata Persebaya Cholid hanya merekrut pemain Persebaya 1927 dengan alasan sudah padu. 


View the original article here

Pemain Arema Bingung

Pemain Arema Malang bingung karena tidak jelas masa depan mereka setelah PSSI memutuskan mengakomodasi Arema versi M Nur untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang. Padahal mereka sudah terlanjur kontrak dengan Arema versi Rendra Kresna.


Beberapa pemain mengatakan, sebagian pemain memang sudah ditransfer ke klub lain yang berada di bawah naungan Group Bakrie seperti Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya. Namun sebagian lagi masih belum jelas. Terutama pemain yang belum punya nama. Adapun pemain yang bergabung di Timnas Pra Piala Dunia maupun Timnas SEA Games pasti bakal diburu klub lain.


"Saya memilih dikontrak Arema Rendra karena saat itu saya optimistis bakal lolos. Apalagi ketika gaji kami tidak dibayar tiga bulan, yang menyelesaikan Pak Rendra. Sekarang nasib saya tidak jelas," kata seorang pemain yang enggan disebut namanya, Minggu (2/10/2011) di Malang, Jawa Timur.


PSSI memang mengakomodasi Arema kubu M Nur untuk masuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga. Keputusan ini bukan hanya diprotes kubu Rendra, tetapi juga Aremania, julukan bagi suporter Arema.


View the original article here

Senin, 03 Oktober 2011

Mitra Kukar Terus Berburu Pemain

Klub promosi papan atas di Liga Indonesia, Mitra Kutai Kartanegara (Mitra Kukar) terus berburu pemain top. Setelah merekrut Hamka Hamzah, Arif Suyono, Jajang Mulyana, dan Ahmad Bustomi, manajemen Mitra Kukar, melirik pemain muda, anggota tim nasional U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games.


Selain merekrut pemain, mereka juga mengontrak mantan pelatih tim nasional Filipina, Simon McMenemy, untuk masa kontrak tiga tahun mendatang. Ketua Umum Mitra Kukar Endri Erawan, kepada wartawan, Sabtu (1/10), di Jakarta, mengatakan, perburuan terus berlanjut karena mereka tidak mau hanya menjadi tim anak bawang.


”Kami tak ingin jadi tim yang hanya numpang lewat di liga ini. Kami ingin berada di papan atas liga musim depan,” kata Endri.


Dia mengatakan, untuk bisa mencapai posisi seperti sekarang, Mitra Kukar membutuhkan waktu hampir delapan tahun. Masa itu digunakan manajemen untuk membangun tim yang solid.


Manajer Mitra Kukar Roni Fauzan mengatakan, hanya ada delapan pemain dari pasukan lama yang dipertahankan untuk musim depan. Selebihnya, manajemen akan mencari pemain-pemain baru untuk memenuhi ambisinya berada di papan atas klasemen pada akhir musim.


Kebutuhan tim Mengenai kesiapan tim jelang kompetisi, Simon mengakui dirinya telah bertemu sejumlah pemain yang telah direkrut manajemen.


Simon mengakui, waktu yang dimilikinya sangat terbatas untuk mempersiapkan tim yang andal. Simon tidak mau berandai-andai dengan strategi permainan yang akan diterapkan dengan tipikal pemain yang dibutuhkannya untuk menunjang ambisi manajemen.


”Semua pemain harus memperlihatkan 100 persen kemampuan mereka, saat latihan dan pertandingan. Bila tidak, mereka mengecewakan pendukung tim ini,” katanya. (MHD)


View the original article here

Arema Tidak Menjual Pemain

Masa depan klub Arema, masih belum jelas.

Manajemen Arema Malang versi Rendra Kresna membantah menjual pemainnya setelah PSSI memutuskan mengakomodasi rivalnya, Arema versi M Nur untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang.

"Kami tidak menjual pemain. Kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih klub demi masa depan pemain itu sendiri. Mereka butuh pekerjaan. Mereka juga perlu pengembangan karier. Justru kabahagiaan bagi kami kalau mereka bisa memiliki klub," ujar Media Officer Arema Sudarmaji, Senin (3/10/2011).


"Memang kasihan para pemain itu karena sebagian belum mendapatkan klub. Sementara untuj tetap bertaham di Arema Rendra tidak mungkin karena PSSI tidak mengakomodasi. Ini adalah akibat sikap PSSI yang tidak memilih penyelesaian rekonsiliasi seperti yang diterapkan PSSI terhadap Persebaya Surabaya," tambahnya.


Menurut dia, sebenarnya Arema Rendra sangat dirugikan karena selama ini yang mengurus pemain adalah Rendra. Mereka tetap berlatih dengan disediakan akomodasi sekalipun kompetisi vakum.


Bahkan sejak ketika pada kompetisi ISL tahun 2010-2011 Arema kesulitan finansial sementara Ketua Yayasan Arema M Nur menghilang berbulan-bulan. Demikian pula yang melunasi sisa tiga bulan gaji pemain adalah kubu Rendra.


PSSI memang mengakomodasi Arema kubu M Nur untuk masuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga. Keputusan ini bukan hanya diprotes kubu Rendra, tetapi juga Aremania, julukan bagi suporter Arema.


Kalangan pemain juga menyesalkan sikap PSSI karena saat Arema kesulitan keuanga n pada kompetisi tahun lalu, M Nur malah menghilang secara tiba-tiba. Kemudian yang menyelesaikan sisa gaji mereka 3 bulan adalah Rendra Kresna bersama Iwan Kurniawan dan Edi Rumpoko.


View the original article here