Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

Timnas Tinggalkan Solo

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain Bahrain, Mohamed Ali (kanan) berebut bola dengan pemain Indonesia, Muhammad Roby pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (6/9/2011). Bahrain unggul dengan skor 2-0.

SOLO, KOMPAS.com - Tim nasional (timnas) senior meninggalkan Kota Solo setelah menggelar latihan 1-6 November lalu. Usai sarapan di Hotel Solo Paragon yang menjadi tempat mereka menginap selama di Kota Solo, rombongan bertolak ke bandara untuk menumpang pesawat ke Jakarta pukul 11.00, Senin (7/11).

Asisten pelatih timnas, Liestiadi, usai sesi latihan terakhir di Stadion Manahan hari Minggu lalu, mengatakan, tim rencananya akan bertolak ke Qatar Selasa dinihari. Latihan rencananya akan langsung digelar sore atau malam setibanya di Qatar sebagai persiapan menghadapi Qatar dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014.

Sore nanti di Jakarta, rencananya akan diumumkan susunan pemain yang akan diberangkatkan ke Qatar. Indonesia harus menang jika ingin maju pada babak selanjutnya, 10 besar Asia. (eki)


View the original article here

Jumat, 14 Oktober 2011

Timnas U-23 Taklukkan Persikabo 2-0

JAKARTA, KOMPAS.com — Timnas U-23 menang 2-0 atas Persikabo Bogor dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (13/10/2011). Keunggulan 1-0 di babak pertama lewat Okto Maniani berhasil diperkuat dengan gol Johan Juansyah melalui tendangan penalti pada menit ke-84.

Hukuman tendangan 11 meter itu diberikan setelah pemain Persikabo melanggar Ferdinan Sinaga di dalam kotak terlarang. Wasit pun kontan meniupkan peluitnya dan memberi kesempatan emas itu kepada Timnas U-23. Johan pun berhasil menyarangkan gol di gawang Agus Rohman.

Ritme permainan awal di babak kedua tampak lesu. Namun, setelah pergantian beberapa pemain dari kedua belah pihak dilakukan, permainan kembali dinamis. Salah satunya ketika pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan mengganti Titus Bonai dengan Lucas Mandowen dan Patrick Wanggai dengan Ferdinand Sinaga.

Kesempatan emas untuk Timnas U-23 pun berhasil diciptakan, tetapi gagal diselesaikan dengan baik. Pada menit ke-68, Abdulrahman menyundul bola, tetapi melebar keluar gawang. Pada menit ke-78, Ramdhani Lestaluhu juga gagal menyepakkan bola setelah berhasil menggiring bola hingga ke depan gawang. Penyerang Ferdinand Sinaga juga gagal menyelesaikan kesempatan emas di depan gawang Persikabo pada menit ke-90 karena sontekan kakinya membentur tiang gawang lawan.

Sementara itu, Persikabo memiliki kesempatan emas membobol gawang Timnas U-23 pada menit ke-81 melalui sundulan. Namun, kiper Andritany Adyaksa berhasil menghalaunya.


View the original article here

Senin, 10 Oktober 2011

Rijsbergen Minta Timnas Tampil Menyerang

 

Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, meminta timnya tampil fokus. Tidak hanya bermain sederhana agar tidak mudah kehilangan bola, seluruh pemain juga diperintahkan tampil menyerang pada pertandingan nanti.


"Kami selalu mencoba bermain menyerang. Karena itu yang terbaik yang bisa dimainkan pemain. Apa yang Anda lihat di dunia, saya dipengaruhi permainan model menyerang sejak saya bermain di timnas Belanda. Kami selalu berpikir untuk meningkatkan pemain," jelas Rijsbergen kepada wartawan, Selasa (10/10/2011).


Sebelumnya, Rijsbergen telah meminta timnya untuk tampil memeragakan permainan sederhana pada pertandingan nanti. "Pemain berkualitas akan bermain sepak bola sederhana. Mereka akan mencoba untuk menjaga posisi dan permainan sederhana. Bagi saya ini sangat penting agar pemain mengerti. Kita tak bisa bermain bola jika kita terlalu sering kehilangan bola," beber pelatih asal Belanda itu.


Indonesia wajib meraih kemenangan pada pertandingan nanti setelah menelan dua kekalahan saat melawan Iran (0-3) dan Bahrain (0-2) pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 putaran ketiga Grup E zona Asia. Timnas Indonesia akan melawan Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/10/2011).


View the original article here

Rabu, 05 Oktober 2011

Timnas Ingin seperti Belanda dan Barcelona


Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, mengungkapkan timnya akan menggunakan formasi 4-3-3 saat melawan Qatar pada Pra Piala Dunia 2014, 11 Oktober mendatang.
Sebelumnya, Liestiadi selaku asisten pelatih mengatakan, timnas akan menggunakan taktik 4-3-2-1. Namun, hal ini dibantah oleh Wim. "Kami tidak pernah menggunakan formasi itu. Kami menggunakan 4-3-3, serupa Belanda dan Barcelona. Kita belum sebaik Belanda dan Barcelona, tetapi kami berusaha seperti itu," ujar Wim seusai memimpin latihan, Rabu (5/10/2011). "Itu sistem yang mudah dimengerti. Semoga mudah dimengerti," lanjutnya.
Pelatih asal Belanda ini juga tak menutup kemungkinan untuk menempatkan Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales bersama-sama di lini depan. Padahal, dalam laga melawan Iran dan Bahrain, keduanya tampil kurang maksimal saat dimainkan bersama-sama.
"Jika Anda mengatakan mereka tidak mencetak gol dan dibilang gagal, maka itu tidak adil. Yang adil adalah mengatakan bahwa kami memang tidak bermain baik sebagai tim. Semoga kami bisa mengubah itu dan mulai bermain baik sebagai satu kesatuan tim," kata Wim.
"Saya tidak pernah memandang secara individual karena kadang-kadang pemain membuat kesalahan. Namun, segalanya soal tim. Itu (kerja sama) yang diharapkan pada pertandingan selanjutnya," kata Wim.
View the original article here

Selasa, 04 Oktober 2011

Teratur di Usia Dini, Timnas Pasti Tangguh


Pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Hasanuddin, Makassar, Fathur Rachman (tengah), meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol ke gawang SSB Putra Banna, Aceh, di final Aqua-Danone Nations Cup 2011 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (17/7). SSB Hasanuddin, Makassar, juara setelah menang 1-0.


Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng mengatakan para pemangku kepentingan sepak bola Indonesia, terutama PSSI,  harus jeli melihat hubungan antara keberadaan SSB di seluruh nusantara dan peluang untuk membentuk Tim Nasional Indonesia yang kuat. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini menjadi kuncinya.


"Timnas yang tangguh bisa kita bentuk kalau kita punya fondasi yang dalam di pembinaan usia dini yang teratur. Enggak mungkin kalau enggak teratur. Kalau diasah tak akan tumbang. Selamat. Harapan kita di 2020 ada (dari anak-anak ini) yang ikut pemain Timnas," katanya  ketika melepas tim juara nasional di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senin (3/10/2011).


Andi mengharapkan bahwa PSSI bisa terus memberikan perhatian khusus pada pembinaan usia dini. Pembinaan yang berjenjang dan teratur diharapkan bisa mewujudkan sebuah Timnas yang tangguh. Menurutnya pula, keberadaan kompetisi-kompetisi yang digelar oleh sejumlah perusahaan dapat menjadi ajang untuk melihat kemampuan bibit-bibit baru. Salah satunya, Danone Nations Cup yang digelar setiap tahun.


Direktur Teknis Persitara Jakarta Zaenal Abidin dipercaya untuk melatih tim juara nasional AQUA-DNC 2011 yang akan mewakili Indonesia di Final Dunia DNC 2011 di Madrid Spanyol, 6-9 Oktober mendatang. Dari pengalamannya melatih tim juara, SSB Hasanuddin, Zaenal berharap anak-anak ini bisa menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia untuk berlaga di kompetisi-kompetisi internasional, terutama Piala Dunia.


"Saya melatih mereka dengan kegembiraan. Ini penting, terutama untuk perkiraan saya piala dunia mereka sesungguhnya ada di 2020. Saya harap di antara mereka ada yang bermain untuk Timnas di 2020," ungkapnya.


Untuk mencapainya, Zaenal mengaku menerapkan latihan fisik Dan mental secara intensif bagi mereka di Makassar. Namun, lanjutnya, yang terpenting adalah melatih mereka sesuai dengan karakteristik anak-anak, bermain dan bergembira.


"Kami melatih mereka sesuai karakteristik anak-anak bahwa mereka harus bermain dengan gembira dan ceria meski kita tetap targetkan dapat empat besar di kompetisi Danone, tapi jangan biarkan kegembiraan mereka hilang," tandasnya.


View the original article here

Senin, 03 Oktober 2011

Menpora: Timnas Mungkin Tanpa Naturalisasi

 


CHRISTOPORUS WAHYU HARYOMenteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjawab pertanyaan wartawan di Istana Bogor, Sabtu (17/9/2011). Dalam kesempatan itu Andi menyatakan siap diganti kapanpun.


Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku yakin bahwa Timnas Indonesia yang kuat mungkin terwujud tanpa pemain naturalisasi. Kuncinya, ada pada pembinaan yang berjenjang dan teratur sejak usia dini dan memperluas jangkauan seleksi hingga ke daerah-daerah.


Jika kedua hal ini diterapkan, kesempatan untuk menemukan bibit-bibit unggul dari seluruh daerah di Nusantara makin luas. PSSI pun bisa merekrut pemain-pemain terbaik untuk bergabung bersama Timnas.


"Kalau sudah cukup dari dalam negeri, untuk apa lagi naturalisasi. Itu kan program jangka pendek yang dilakukan karena ada kekosongan-kekosongan tertentu. Tapi, kalau pembinaan usia dini yang berjenjang dan teratur itu sudah ada, dari dalam negeri pasti banyak sekali," ungkapnya seusai melepas SSB Hasanuddin untuk berangkat ke Madrid, Spanyol, di kantor Kemenpora, Senin (3/10/2011).


Andi mengaku senang karena jumlah sekolah sepak bola di seluruh Nusantara mendekati angka 4.000-an. Namun, sering kali pola pembinaan terputus karena tidak ada yang mengoordinasikannya. Menurutnya, inilah yang menjadi tugas PSSI.


Andi berharap PSSI juga bisa terus memberikan perhatian khusus kepada pembinaan usia dini. Pasalnya, menurut Andi, tim-tim tangguh yang menonjol dari sejumlah kompetisi usia dini yang digelar oleh perusahaan-perusahaan ternama justru banyak berasal dari daerah-daerah yang jarang didengar selama ini.


"Kemarin Liga Pendidikan Indonesia, juara utamanya untuk tingkat SMA itu dari Ternate. Salah satu semifinalisnya dari Aceh dan dari Maluku. Adalah keliru kalau hanya yang selalu dilihat adalah yang ada di sekitar Jabodetabek karena gampang, murah, dan mudah mungkin rekrutmennya, tapi harus melihat ke seluruh daerah-daerah yang di Indonesia, baru kita dapat yang terbaik untuk mewakili Merah Putih," ungkapnya kemudian.


Menurutnya, jika PSSI tidak memberikan perhatian serius dari besarnya potensi pembinaan sejak usia dini, sulit untuk berharap akan adanya Timnas yang tangguh ke depannya.


"Karena tak bisa mendapatkan timnas yang tangguh tanpa pembinaan yang berjenjang dan teratur," tandasnya.


View the original article here

Jelang Qatar, Timnas Terus Persiapkan Diri

Tim nasional Indonesia terus mempersiapkan diri jelang laga Pra Piala Dunia melawan Qatar, 11 Oktober mendatang. Pelatih Wim Rijsbergen terus mengenjot para pemainnya untuk mencapai performa maksimal demi menghadapi laga krusial tersebut.


Penguasaan bola menjadi fokus latihan Bambang Pamungkas dkk. Itu pula yang menjadi menu utama dalam latihan Selasa (4/10/2011) pagi. "Sejauh ini kita sering kehilangan bola makanya kita lebih banyak game untuk meningkatkan ball position dan mindset game," jelas Lestiyadi kepada wartawan seusai latihan.


"Untuk strategi, kita pelajari dulu permainan Qatar baru kita tetapkan taktik dan startegi untuk memenangkan pertandingan. Sekarang koordinasi lini belakang yang akan kita perbaiki. Terlebih ada pemain baru seperti Purwaka (Yudi)," lanjutnya.


Salah satu persiapan timnas untuk menghadapi Qatar adalah melakukan ujicoba melawan Arab Saudi, Jumat (7/10/2011) di Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk laga ini, Lestiyadi mengaku sudah menyiapkan strategi. "Jadi tidak ada masalah. Kita juga sudah nempelajari permainan Arab," tuturnya.


Lestiyadi kemudian mengungkapkan, pihaknya akan memberi kesempatan kepada pemain baru mereka (Zulham Zamrun, Purwaka dan Samsul Arif) untuk bermain dalam laga melawan Arab. Saudi.


Namun, katanya, kemungkinan mereka akan bermain sebagai pemain pengganti. "Sejauh ini mereka sudah nyetel (padu) dan mereka sudah terlihat bagus. Untuk lawan Arab, kami akan bawa semua pemain. Jadi, semua kemungkinan akan kami turunkan," kata Lestiyadi. 


View the original article here