Tampilkan postingan dengan label Arema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arema. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Arema Kontrak 18 Pemain

Persiapan terus diintesifkan Arema Malang menjelang deadline assessment PSSI untuk ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. Hingga Kamis (18/8/2011), sudah 18 pemain dikontrak.

"Kami masih butuh sedikitnya tujuh pemain lagi di pelbagai posisi karena target kami minimal memiliki 25 pemain," kata Media Officer Arema Singo Edan Malang, Sudarmaji.


Pemain yang sudah resmi dikontrak adalah Kurnia Mega, Dian Agus, Ajisaka, Purwaka, Waluyo, Zulkifli, Beny, Leonard, Bustomi, Revi, Sunarto, Alfarizi, Hendro, Siswanto, Dendy, Musafri, Saktiawan Sinaga, dan Arif Suyono.


Sudarmaji tidak bersedia membeberkan nilai kontrak dan masa kontrak para pemain itu dengan alasan untuk menjaga komitmen bersama. Hanya untuk Saktiawan Sinaga, mantan striker timnas dan Semen Padang, dikontrak untuk tiga  tahun.


Adapun untuk pemain asing, klub kebanggaan genaro Ngalam (orang Malang) ini masih menunggu regulasi dari PSSI. Arema kini sudah berbicara dengan dua pemain Singapura. "Pemain asing yang sangat kami butuhkan itu adalah untuk posisi striker dan stopper," katanya.


Jika PSSI membatasi setiap klub hanya boleh memiliki tiga pemain asing, berarti Arema masih membutuhkan empat pemain lokal. Menurut Sudarmaji, Arema terus memburu pemain tim nasional.


Beberapa pemain tim nasional yang sudah didekati Arema adalah striker Christian Gonzales, gelandang M Ridwan, dan striker Boas Salossa.


View the original article here

Arema Incar Robert Rene Albert

Tak peduli dengan manuver lawan di tubuh yayasan, kubu Rendra Kresna terus gencar mempersiapkan Arema Malang untuk ikut mendaftarkan diri sebagai klub yang akan ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. Termasuk mengincar pelatih asal Belanda Robert Rene Albert.

"Proposal Arema untuk merekrut Robert sudah disampaikan. Kini Robert masih menyelesaikan Copa Malaysia," ujar Media Officer Arema Sudarmaji, Rabu (17/8/2011).


Robert bukan orang baru bagi Arema karena pernah membawa klub berjuluk Singo Edan ini menjadi juara Indonesia Super Liga (ISL) tahun 2009-2010.


Kabarnya untuk mendapatkan Robert, Arema harus bersaing dengan Persija Jakarta. Persija memberikan tawaran yang lebih menggiurkan. Apalagi Robert pernah kesal sama Arema karena gajinya pernah menunggak Rp 100 juta. Tapi Robert secara psikologis sudah sangat dekat dengan Aremania, suporter Arema.


Sudarmaji belum menyebutkan siapa figur alternatif jika sampai gagal merekrut Robert. Namun seorang ofi sial menyebutkan nama Riedl, mantan pelatih Tim Nasional di Piala ASEAN. Juga sempat disebut pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago.


"Pokoknya Arema tidak mau setengah-setengah mempersiapkan tim ini. Kami akan ambil pelatih yang berkualitas dan sudah jelas reputasinya," katanya.


View the original article here

Arema Lunasi Utang, Robert Siap Jadi Pelatih

Arema Indonesia akan kembali dilatih sosok yang pernah membawa mereka menjadi juara Indonesia Super League (ISL) pada musim 2009-2010. Pelatih asal Belanda, Robert Rene Albert, siap menjadi arsitek "Singo Edan" setelah klub tersebut melunasi utang kepadanya sebesar Rp 100 juta.


"Awalnya, Robert tak mau kembali melatih karena utang (Arema) belum dibayar. Namun jika utang dibayar oleh Arema, dia siap melatih Arema," kata investor baru Arema, Iwan Budianto, dalam jumpa pers di kantor Arema, Jalan Sultan Agung, Kota Malang, Rabu (17/8/2011) malam.


Arema melunasi utang kepada Robert yang sudah lewat satu tahun itu pada Senin (15/8/2011) lalu. Begitu menerima pembayaran, Robert langsung menyatakan bersedia melatih Arema. "Setelah dibayar, Robert langsung berkenan. Jadi, dia sudah siap dikontrak Arema," ucap Iwan.


Dalam waktu dekat ini, manajemen Arema akan membicarakan kontrak dengan Robert melalui agennya, Onana Jules Denies. Iwan mengatakan, Arema sudah mengirimkan proposal tawaran kepada Robert melalui Denies. "Hanya, agen mengaku Robert masih akan menyelesaikan Copa Malaysia terlebih dahulu," kata Iwan.


Semula ada dua nama yang sempat menjadi kandidat kuat sebagai pelatih Arema, yakni Miroslav Janu dan Robert Rene Albert. Manajemen, pemain, dan Aremania lebih cocok jika Robert kembali menukangi klub berlogo singa tersebut.


"Mayoritas pemain lebih suka pada Robert, makanya pemain bersyukur kalau coach Robert bersedia kembali latih kami," kata seorang pemain Arema yang tak mau disebutkan namanya kepada Kompas.com.


Sosok Robert juga begitu disegani para pendukung Arema. Aremania memandang Robert sebagai orang yang cocok melatih klub tersebut, apalagi ia pernah membawa tim itu menjadi juara ISL. "Wah, mantap kalau kembali dilatih Robert. Semoga bisa juara lagi. Aremania memang lebih suka dilatih Robert," kata Fathur, Aremania Malang Selatan.


View the original article here

Konflik Arema Tambah Ruwet

Konflik yang melanda Arema tambah ruwet. Belum lagi perseteruan kubu Presiden Klub Rendra Kresna dengan Ketua Yayasan Arema M Nur ada titik terang, kini muncul Lucky Acub Zainal, pendiri Arema.


"Kami tidak mau energi kami habis mengurusi konflik di tubuh yayasan, termasuk munculnya Sam Ikul (panggilan Lucy). Bagi manajemen yang penting sekarang ini bagaimana Arema bisa lolos penilaian PSSI untuk bisa lolos ke level satu Liga Indonesia mendatang. Kami harus berpacu dengan waktu,: kata Media Officer Arema, Sudarmaji, Selasa (16/8/2011) malam.


Arema memang harus berpacu dengan waktu. Batas pendaftaran ikut kompetisi Liga Indonesia di-dead line oleh PSSI tanggal 22 Agustus 2011. Hasilnya assesment PSSI terhadap klub yang mendaftar akan diumumkan tiga hari kemudian.


Lucky muncul pada saat asistensi dengan PSSI, Senin (15/8/2011). Dengan tegas Lucky mengatakan bahwa dia adalah pimilik sah klub Arema. Arema ya hanya satu, kami ini pemiliknya, kata Ikul.


Ikul memang salah satu pendiri Arema bersama ayahnya, Acub Zainal, sejumlah wartawan seperti Heroeyogi Santoso, Agus Purbianto , Wiharjono, Bambang Edy Santoso, juga tokoh bola seperti Ovan Tobing, Uleke. Namun Lucky sudah pernah menjual Arema ke PT Bentoel beberapa tahun lalu.


Oleh karena itu, kemunculan Ikul ini mengangetkan banyak pihak, termasuk Aremania. Menimbulkan spekulasi bahwa ada orang di belakangnya. Spekulasi itu ditujukan kepada Andi Darussalam Tabussala yang akrab dipanggil ADT. Hal itu dilihat dari adanya orang PT Lapindo Brantas di samping Ikul.


ADT mempunyai hubungan historis dengan Ikul. Saat Acub Zainal menjadi Administratur Galatama, ADT menjadi sekretaris jenderalnya. Selain itu, ADT tidak legawa posisinya direbut Iwan Budianto yang dipilih menjadi representasi Grup Bakrie sebagai investor Arema. 


View the original article here

Rabu, 16 November 2011

Butuh Rp 20 Miliar, Arema "Pusing"

PSSI memberi tenggat waktu bagi masing masing klub yang akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air hingga 22 Agustus 2011 mandatang. Tenggat waktu itu menyebabkan manajemen Arema harus terus memburu dana, baik melalui sponsor maupun investor.


Untuk mengarungi kompetisi selama satu musim, dibutuhkan dana hingga Rp 20 miliar. "Itu dana yang dibutuhkan Arema untuk satu musim kompetisi mendatang ini," aku Pembina Yayasan Arema, Rendra Krisna, Rabu (17/8/2011).


Dana tersebut, jelas Bupati Malang itu, salah satunya adalah untuk pembayaran deposito sebagai persyaratan ikut kompetisi, yang mencapai Rp 5 miliar. "Untuk jumlah itu saja, sudah jelas dan tidak mungkin untuk diutak-atik lagi. Karena uang tersebut tidak bisa diambil lagi," katanya.


Biaya yang akan lebih besar lagi adalah untuk kontrak tim pelatih dan sekitar 24 pemain. "Itu membutuhkan dana senilai Rp 10 miliar. "Paling tinggi kebutuhan kita adalah untuk kontrak pemain dan juga pelatih itu," katanya.


Selain itu, aku Rendra, laga tandang pun memerlukan dana besar. "Kita manajemen Arema harus kerja keras agar bisa mendapatkan dana sebesar itu. Harapan saya kepada investor yang tertarik ke Arema, harus menyiapkan dana sebesar itu," katanya.


"Manajemen akan mengoptimalkan pemasukan dari sektor tiket untuk menutupi besarnya dana tersebut. Salah satunya mislanya, bisa meminimalisir tiket palsu ataupun penjaga pintu stadion yang memasukkan penonton meski tidak punya tiket. Itu harus diperketat," katanya.


Hingga kini, Arema masih terus melakukan terobosan agar memiliki dana senilai tersebut. "Semoga saja, dalam waktu dekat ini, dana yang kita butuhkan akan segera ada. Saya tak khawatir, pasti akan ada nanti. Ya pusing dikit biasa," katanya santai.


View the original article here

Saktiawan Sinaga Bergabung ke Arema

Arema Malang mengontrak mantan striker tim nasional dan Semen Padang, Saktiawan Sinaga selama tiga tahun. Dengan bergabungnya Saktiawan, jumlah pemain yang sudah resmi bergabung dengan klub kebanggaan genaro Ngalam (orang Malang) ini menjadi 16 orang.  


"Kami tidak bisa menyampaikan nilai kontrak Saktiawan untuk menjaga komitmen bersama, kata Media Officer Arema Sudarmaji, Selasa (16/8/2011).


Seorang ofisial Arema mengatakan, kontrak pemain sengaja dirahasiakan untuk menghindari kecemburuan sesama pemain. Berdasar pengalaman yang lalu, kecemburuan itu membuat tim kurang solid.


Hadirnya Saktiawan diharapkan membuat lini depan Arema akan lebih tajam pada musim kompetisi Liga Indonesia mendatang. Pada musim kompetisi yang lalu, produktivitas golnya dinilai kurang.


Menurut Sudarmaji, Arema akan terus memburu pemain-pemain berkelas untuk bergabung. Mengingat tantangan pada kompetisi mendatang akan jauh lebih betat dan berat sejalan dengan berkembangannya sepak bola menjadi industri.


"Kami akan mencari pemain tim nasional, di samping mempertahankan pemain Arema yang kini masuk tim nasional," katanya.


Sudarmaji belum mau menyebutkan siapa saja pemain tim nasional yang diincar. Namun, seorang ofisial Arema menyebutkan nama striker Persib Bandung Christian Gonzales, dan pemain Sriwijaya FC, Boas Salossa.   


View the original article here

Inilah Nama-nama Pemain Arema

 PT Arema Indonesia di bawah kendali investor baru Iwan Budianto akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan memperkuat skuad Arema pada musim kompetisi 2011/2012. Dari 18 pemain yang diumumkan, 14 orang di antaranya merupakan pemain wajah lama.

Nama pemain yang resmi akan memperkuat Arema itu di antaranya adalah kiper Kurnia Meiga, Dian Agus Prasetyo, dan Aji Saka. Lini belakang diisi oleh Purwaka Yudhi, Waluyo, Benny Wahyudi, Zulkifli Syukur, Leonard Tupamahu, dan Farizi.


"Tiga pemain (belakang) masih dirahasiakan. (Mereka) masih terikat kontrak dengan klub sebelumnya sampai akhir bulan ini, makanya kami tak berani sebutkan. Tunggu waktunya saja untuk diumumkan," kata Iwan Budianto dalam umpa pers di Kantor Arema, Jalan Sultan Agung, Kota Malang, Rabu (17/8/2011) petang.


Untuk gelandang posisi, ada nama Ahmad Bustomi, Juan Revi, Dendi Santoso, Arif Suyono, mantan pemain Sriwijaya FC, Sunarto, dan Hendro Siswanto yang pernah membela Persela Lamongan. Tiga pemain lain masih dirahasiakan karena belum putus kontrak dengan klub lama.


Adapun untuk posisi striker, ada Yongki Aribowo, Saktiawan Sinaga, mantan pemain Semen Padang, dan Musyafri. Satu lagi pemain juga dirahasiakan dengan alasan sama.


"Jadi untuk kiper hanya ditambah Dian Agus Prasetyo, mantan kiper Pelita Jaya. Ahmad Kurniawan dan Syaifudin yang ikut memperkuat musim lalu terpaksa tidak kami kontrak," jelas Iwan.


"Untuk posisi Yongki Aribowo dan Musyafri adalah dua striker Arema yang kami pertahankan. Selain itu, manajemen juga memasukkan mantan striker Semen Padang, Saktiawan Sinaga yang sudah bergabung dengan Arema," katanya.


Iwan menambahkan, manajemen Arema akan mengoleksi 25 hingga 26 pemain untuk memperkuat tim berlogo Kepala Singa itu. Iwan juga belum mengumumkan keberadaan pemain asing dalam skuad "Singo Edan" karean manajemen masih menunggu keputusan resmi dari PSSI terkait penggunaan pemain asing.


"Saya sudah berkomunikasi dengan duo Singapura. Katanya mereka siap bergabung lagi dengan Arema. Tapi kami masih menunggu regulasi dulu dari PSSI," ujarnya.


Iwan menambahkan, memburu pemain asing yang berkualitas lebih mudah dibanding mencari pemain lokal berkualitas tinggi. Dengan alasan ini pula manajemen memprioritaskan memburu pemain lokal terlebih dahulu. "Biasanya, bergabungnya pemain asing itu ditentukan oleh pelatih kepala dan, kemungkinan besar, pelatih yang akan kami ambil adalah Robert Alberts," katanya.


Robert semula menolak tawaran tersebut sebelum tanggungan utang Arema sebesar Rp 100 juta dilunasi. Setelah Arema menyelesaikan tunggakan utang kepada Robert itu pada Senin (15/8/2011) lalu, Robert sudah siap melatih Arema.


View the original article here

Minggu, 06 November 2011

Arema Rendra Bergabung ke PT LI

Setelah gagal diakomodasi oleh PSSI, Arema versi Rendra Kresna akhirnya memutuskan bergabung dalam kompetisi di bawah bendera PT Liga Indonesia. Langkah itu sesuai amanat Aremania.

"Kami sudah menyerahkan dokumen seluruh persyaratan ke PT LI. Kami juga siap diverifikasi faktual. Soal apakah kami diterima atau tidak, itu wewenang PT LI," kata Media Officer Arema versi Rendra, Sudarmaji, Sabtu (5/11/2011).


Menurut dia, walau belum memperoleh lampu hijau dari PT LI, kini pihaknya terus mempersiapkan diri. Di antaranya skuad Arema terus berlatih di bawah bimbingan Joko Getuk Sosilo.


"Sebagian pemain lama masih dipertahan kan termasuk sejumlah pemain yang memperkuat timnas Pra Piala Dunia maupun Timnas U-23 yang diterjunkan ke SEA Games 2011 Palembang. Kami juga mempromosikan beberapa pemain muda dari Akademi Arema," tambah Sudarmaji.


Skuad Arema juga sudah melakukan beberapa kali uji coba, termasuk dengan Persija Jakarta, dua hari lalu yang berkesudahan 2-2. Menurut Sudarmaji, sampai kompetisi di bawah bendera PT Liga Indonesia diputar 1 Desember, akan melakukan uji coba beberapa kali lagi.


Terjunnya Arema Rendra ke kompetisi di bawah bendera PT LI ini sebagai amanat Aremania, suporter Arema. Karena, PSSI telah mendzalimi Arema Rendra.


Arema Rendra semula mendaftar ikut kompetisi level satu Liga Indonesia. Berdasarkan verfikasi dokumenter, memperoleh nilai 77. Tetapi PSSI memil ih mengakomodasi Arema versi M Nur yang memperoleh nilai 71. Yang jelas Arema Rendra berkiblat ke Bakrie, sedang Arema M Nur ke konsorsium LPI Arifin Panigoro.


View the original article here

Jumat, 14 Oktober 2011

Arema Rendra Dukung 14 Klub

MALANG, KOMPAS.com - Arema versi Rendra Kresna mendukung sepenuhnya sikap Kelompok 14 yang menolak bergabung dalam kompetisi level satu Indonesia Premiere League (IPL).


Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan sepak bola nasional agar tidak melakukan pelanggaran secara sengaja dan terus menerus terhadap statuta PSSI yang nantinya berdampak pada keberlangsungan sepak bola nasional.


Demikian pernyataan Rudi Widodo, Direktur PT Arema Indonesia didampingi Media Officer Arema Sudarmaji, Jumat (14/10/2011).


Arema terbelah menjadi dua. Yaitu Arema versi Rendra Kresna, dan Arema versi M Nur yang diakomodasi PSSI untuk ikut kompetisi IPL mendatang. Rendra kini masih melakukan upaya hukum melalui Komite Eksekutif PSSI.


Menurut Rudi, PT Arema Indonesia mendukung digelarnya Kompetisi ISL (Indonesia Super League) di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia, serta mendukung pembagian sahan 99 persen unt uk klub dan 1 persen untuk PSSI. Keputusan itu selain diputuskan dalam Kongres Bali , juga dianggap dapat membantu klub dalam melakukan pengembangan dan pembinaan sepak bola agar jauh lebih baik.


PT Arema Indonesia tidak bertanggung jawab atas keputusan beberapa pihak yang mengatasnamakan representasi PT Arema Indonesia dalam forum Manager Meeting yang digelar 13-14 Oktober 2011 di Jakarta yang menyatakan mendukung IPL bersama 10 klub lainnya.


Keputusan mengikuti IPL bersama Kelompok 10, adalah Keputusan yang dikeluarkan pihak yang mengatasnamakan Arema di bawah naung an M. Nur, tegasnya.


Mengajak Aremania (pendukung Arema) untuk mendukung setiap langkah semua pihak insan sepak bola untuk memajukan sepak bola Indonesia, dengan tetap menghormati dan menjalankan aturan yang telah diatur dalam statuta PSSI, serta instrumen hukum yang diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.


View the original article here

Kamis, 06 Oktober 2011

Milo Optimistis Jadikan Arema Juara

Pelatih anyar Arema, Milomir Seslija, mengaku optimistis bisa membawa "Singo Edan" meraih juara Liga Indonesia 2011-2012. Menurutnya, meraih trofi adalah filosofi Milo saat masih bermain maupun saat telah menjadi pelatih.
“Saya tidak datang ke sini untuk posisi ketiga atau keempat. Kota Malang harus menikmati permainan Arema dan pemain Arema harus bermain maksimal untuk warga Malang Raya,” jelas pelatih asal Bosnia itu seperti yang dilansir dari Ongisnade.
Disinggung mengenai mepetnya waktu persiapan menjelang kompetisi, Seslija mengaku tidak akan pernah menyerah meski persiapan hanya beberapa hari. “Kita tidak akan pernah menyerah. Arema tidak pernah menyerah. Filosofi saya di mana pun saya bermain dan melatih, saya harus mendapatkan trofi,” ujar mantan pelatih FC Rudar Bosnia itu.
Saat ini Arema telah memiliki komposisi 22 pemain yang resmi akan diikat kontrak. Pemain-pemain yang dipilih memang bukan pilihan dari Milo. Namun, pria yang pernah bermain di Singapura dan Malaysia tersebut optimistis mampu beradaptasi dengan para pemain dalam waktu singkat.
“Saya tidak punya masalah dengan komposisi pemain meski saya tidak membentuknya, karena saya bisa menjalin hubungan baik nantinya ketika bertemu pada sesi latihan atau setiap pertandingan,” aku pelatih kelahiran 21 Juli 1964 itu.
Mantan pemain FC Sabah Malaysia ini juga membocorkan salah satu taktik untuk menghadapi kompetisi musim depan. “Nanti kita harus menikmati latihan dan menikmati pertandingan. Kita bermain untuk fans, dengan fans kita mendapatkan kekuatan ekstra dan bermain maksimal. Saya memang tidak mau muluk-muluk tapi pemain harus bermain maksimal sampai menit akhir,” bebernya. (ONG)
View the original article here

Rabu, 05 Oktober 2011

Pemain Teras Arema Eksodus

Pemain Arema memilih ekosudus setelah PSSI memutuskan mengakomodasi rivalnya, Arema versi M Nur, untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang. Mereka ingin suasana baru karena di Arema tidak enjoy lagi akibat konflik manajemen.
Pemain teras itu antara lain pemain PSSI Pra Piala Dunia Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Zulkifli, Saktiawan Sinaga, Purwaka, Benny Wahyudi, Waluyo, dan Juan Revi. Sebelum eksodus, para pemain ini sudah menandatangani prakontrak dengan Arema versi Rendra Kresna. Akan tetapi karena yang diakomodasi adalah Arema versi M Nur, para pemain kemudian memilih eksodus, dan saat ini masih mencari klub di luar Arema.
Kalangan pemain umumnya beralasan pilih aksodus karena trauma gaji mereka tidak dibayar beberapa bulan pada musim kompetisi ISL tahun 2010-2011. Saat itu manajemen dipegang M Nur. Gaji mereka tiga bulan kemudian dilunasi Rendra Kresna.
Selain itu, mereka merasa hubungan antara Aremania dan Arema M Nur kurang mesra, sehingga membuat tidak enjoy jika bermain di Arema. " Saya ingin suasana baru yang kondusif," kata seorang pemain senior yang enggan disebut namanya.
Sempat beredar tuduhan bahwa hengkangnya pemain ini sebagai cara Arema Rendra menggembosi Arema versi M Nur. Namun, kabar ini dibantah Media Officer Arema Sudarmaji, Rabu (5/10/2011).
Menurut Sudarmaji, karena Arema Rendra Kresna pasti tidak ikut kompetisi akhirnya pemain dilepas setelah mengembalikan uang kontrak. Kasihan pemain kalau sampai ditahan.
Kami sangat menghargai dedikasi pemain kepada Arema Indonesia selama ini. Kami menghargai apa yang menjadi keputusan pemain untuk memilih klub, katanya.
View the original article here

8 Pemain Mundur dari Arema Versi Rendra



Delapan pemain Arema Indonesia mengajukan surat pengunduran diri dari manajemen Arema versi Rendra Kresna.
Media Officer Arema Indonesia versi Rendra Kresna, Sudarmadji, melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (4/10/2011) petang, mengatakan bahwa delapan pemain itu mengembalikan uang muka kontrak pemain. Mereka adalah Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Saktiawan Sinaga, Purwaka Yudi, Benny Wahyudi, Waluyo, serta Juan Revi.
"Kami sangat menghargai keputusan para pemain yang mengundurkan diri sebab itu adalah bagian dari tuntutan profesionalisme," kata Sudarmadji.
Sebelumnya, PSSI telah menunjuk Arema kubu Muhammad Nur sebagai pengelola sah Arema melalui surat nomor 1698/AGB/152/IX-2011. Meski demikian, Sudarmadji memastikan akan mengajukan upaya hukum atas keputusan PPSI tersebut.
Sudarmaji mengatakan, jika sampai batas waktu pendaftaran pemain ditutup dan upaya hukum itu belum membuahkan hasil, manajemen tetap mempersilakan pemain untuk mencari klub baru atau mengajukan surat pengunduran diri dari manajemen.
"Kami tetap menginstruksikan kepada pemain dan pelatih yang sudah menandatangani prakontrak dengan kami agar tetap berlatih rutin guna mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim 2011-2012," katanya.
Ia mengatakan, jika pemain yang sudah menandatangani perjanjian prakontrak dengan manajemen dan ingin bergabung dengan klub lain, pemain itu harus membuat surat pengunduran diri. Pemain juga harus mengembalikan dana yang sudah mereka terima.
"Jika tidak mau memenuhi ketentuan itu, manajemen akan menempuh jalur hukum, dan bagi pemain yang tetap ingin bertahan, manajemen menyampaikan penghargaan dan tetap dipersilakan mengikuti latihan," katanya.
Para pemain yang telah menandatangani perjanjian prakontrak dengan manajemen Arema Indonesia kubu Rendra Kresna melalui sekretaris tim mencapai 14 pemain.
View the original article here

Arema Resmi Dilatih Milomir Seslija


Pelatih Arema, Milomir Seslija.


Arema Indonesia versi M Nur resmi mengontrak pelatih asal Bosnia, Milomir Seslija, untuk menangani tim berjuluk "Singo Edan" itu selama satu musim.


Kepastian ini didapat setelah Manajemen Arema yang diakui oleh PSSI (di bawah kendali M Nur) telah mendengarkan presentasi dari mantan pelatih FC Rudar Bosnia itu dan menemui kata sepakat untuk melatih Arema selama semusim ke depan.


Setelah dipastikan menangani Arema, pelatih yang pernah berkarier di Singapura dan Malaysia itu langsung menemui pemain Arema yang sudah menunggu di rumah pendiri Arema, Lucky Acub Zainal. Meski baru pertama kali bertemu, namun Milo-sapaan akrabnya-langsung terlihat rukun dan bercanda dengan para pemain.


Milo mengaku senang telah bergabung dengan Arema. Menurutnya, Arema adalah salah satu tim terbaik yang ada di Indonesia. “Saya sangat senang bergabung disini, layaknya bergabung dengan tim seperti Manchester United karena official Arema dan tuan Lucky sangat profesional,” jelas Milo seperti yang dilansir dari Ongisnade.


Bergabungnya Milo ke Arema juga karena kagum dengan dukungan Aremania yang setia mendukung Arema setiap kali bertanding. “Saya rasa suporter Arema (Aremania) adalah pendukung klub sepak bola terbaik tidak hanya di Indonesia, tapi juga di asia,” ujar Milo.


Milo mengaku optimis bisa cepat beradaptasi dengan Arema karena pengalamannya pernah bermain dan melatih klub asal Asia. “Saya sudah paham bagaimana cara melatih tim asal asia karena sebelumnya saya sudah punya pengalaman melatih di Singapura, Malaysia, Libya dan Oman,” tutur pria kelahiran 21 Juli 1964 itu.


Sementara Media Officer Arema, Noor Ramadhan membenarkan jika Milo akan melatih Arema untuk satu musim ke depan. “Kita memilih Milo karena dari pengalamannya, ia pernah mempersembahkan gelar juara di tim yang pernah ia tangani,” ungkapnya.


View the original article here

Selasa, 04 Oktober 2011

Pemain Arema Bingung

Pemain Arema Malang bingung karena tidak jelas masa depan mereka setelah PSSI memutuskan mengakomodasi Arema versi M Nur untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang. Padahal mereka sudah terlanjur kontrak dengan Arema versi Rendra Kresna.


Beberapa pemain mengatakan, sebagian pemain memang sudah ditransfer ke klub lain yang berada di bawah naungan Group Bakrie seperti Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya. Namun sebagian lagi masih belum jelas. Terutama pemain yang belum punya nama. Adapun pemain yang bergabung di Timnas Pra Piala Dunia maupun Timnas SEA Games pasti bakal diburu klub lain.


"Saya memilih dikontrak Arema Rendra karena saat itu saya optimistis bakal lolos. Apalagi ketika gaji kami tidak dibayar tiga bulan, yang menyelesaikan Pak Rendra. Sekarang nasib saya tidak jelas," kata seorang pemain yang enggan disebut namanya, Minggu (2/10/2011) di Malang, Jawa Timur.


PSSI memang mengakomodasi Arema kubu M Nur untuk masuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga. Keputusan ini bukan hanya diprotes kubu Rendra, tetapi juga Aremania, julukan bagi suporter Arema.


View the original article here

Senin, 03 Oktober 2011

Arema Tidak Menjual Pemain

Masa depan klub Arema, masih belum jelas.

Manajemen Arema Malang versi Rendra Kresna membantah menjual pemainnya setelah PSSI memutuskan mengakomodasi rivalnya, Arema versi M Nur untuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga (ISL) mendatang.

"Kami tidak menjual pemain. Kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih klub demi masa depan pemain itu sendiri. Mereka butuh pekerjaan. Mereka juga perlu pengembangan karier. Justru kabahagiaan bagi kami kalau mereka bisa memiliki klub," ujar Media Officer Arema Sudarmaji, Senin (3/10/2011).


"Memang kasihan para pemain itu karena sebagian belum mendapatkan klub. Sementara untuj tetap bertaham di Arema Rendra tidak mungkin karena PSSI tidak mengakomodasi. Ini adalah akibat sikap PSSI yang tidak memilih penyelesaian rekonsiliasi seperti yang diterapkan PSSI terhadap Persebaya Surabaya," tambahnya.


Menurut dia, sebenarnya Arema Rendra sangat dirugikan karena selama ini yang mengurus pemain adalah Rendra. Mereka tetap berlatih dengan disediakan akomodasi sekalipun kompetisi vakum.


Bahkan sejak ketika pada kompetisi ISL tahun 2010-2011 Arema kesulitan finansial sementara Ketua Yayasan Arema M Nur menghilang berbulan-bulan. Demikian pula yang melunasi sisa tiga bulan gaji pemain adalah kubu Rendra.


PSSI memang mengakomodasi Arema kubu M Nur untuk masuk kompetisi level satu Indonesia Super Liga. Keputusan ini bukan hanya diprotes kubu Rendra, tetapi juga Aremania, julukan bagi suporter Arema.


Kalangan pemain juga menyesalkan sikap PSSI karena saat Arema kesulitan keuanga n pada kompetisi tahun lalu, M Nur malah menghilang secara tiba-tiba. Kemudian yang menyelesaikan sisa gaji mereka 3 bulan adalah Rendra Kresna bersama Iwan Kurniawan dan Edi Rumpoko.


View the original article here