Tampilkan postingan dengan label Kompetisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Hanya 6 Klub Menolak Kompetisi

Juru bicara 10 klub, Ari Wibowo, mengaku ragu ada 14 klub yang menolak mengikuti kompetisi pada 15 Oktober mendatang. Menurutnya, hanya enam tim yang menolak berkompetisi sebelum tuntutan dipenuhi.


"Kalau menurut saya, hanya ada enam klub yang menolak kompetisi sebelum tuntutan mereka dipenuhi," jelas Ari Wibowo saat ditemui di Hotel Ambara, Jumat (14/10/2011) siang.


Ari Wibowo yang menjabat sebagai CEO Persiraja Banda Aceh itu mengatakan, kubu 14 klub bahkan akan mengerucut menjadi dua klub saja.


"Ada sekitar empat klub yang masih bersikap abu-abu. Keempat klub itu hanya melihat arah anginnya ke mana. Tapi begitu kompetisi digelar, mereka akan berpikir dua kali," beber Ari.


Seperti yang diberitakan, peserta kompetisi pada musim ini terpecah menjadi dua kubu, yakni kubu 14 klub dan kubu 10 klub. Kubu 14 klub menolak mengikuti kompetisi pada 15 Oktober bila PSSI tidak mengembalikan PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi.


Sementara kubu 10 klub bersikeras mengikuti kompetisi sesuai yang direncanakan PSSI di bawah pengelolaan PT Liga Prima Sportindo.


View the original article here

Jumat, 14 Oktober 2011

Biarkan Kompetisi Kembar

Mantan Manajer Arema Malang Ovan Tobing mengatakan, biarkan saja berlangsung kompetisi kembar Liga Indonesia 2011-2012. Bagaimana hasilnya, biar masyarakat bola sendiri yang melakukan verifikasi alamiah.

"Kan sudah ada presedennya kompetisi kembar, yaitu adanya Indonesia Super Liga (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI) tahun 2010-2011 lalu. Kalau sekarang muncul lagi, tidak apa-apa. Biar saja," katanya di Malang, Jumat (14/10/2011).


Kompetisi level satu Liga Indonesia tahun 2011-2012 ini terancam pecah. Sebanyak 14 klub akan menggelar kompetisi sendiri di bawah PT Liga Indonesia, sedangkan 10 klub ikut kompetisi yang digelar PSSI di bawah PT Liga Prima Indonesia.


Menurut Ovan, masalah kompetisi ini benar-benar karut-marut. Pelbagai masalah bertumpukan dan saling silang. Kalau 14 klub keluar, pasti dipicu kekecewaan pada mereka. Untuk itu, daripada geger terus, lebih baik biarkan ada kompetisi kembar.


"Biarkan publik bola yang menentukan mana yang mereka tonton. Akan terlihat versi yang lebih baik. Sekaligus hal itu sebagai verifikasi faktual oleh masyarakat bola. Percuma lolos verifikasi dokumenter, tetapi tidak lolos verfikasi faktual masyarakat. Ujung-ujungnya yang tidak laku biar kukut secara alami," tegasnya.


View the original article here

Kubu 14 Klub Mundur dari Kompetisi PSSI

Juru bicara kubu 14 klub, Harbiansyah Hanafiah, menegaskan tidak akan mengikuti kompetisi yang akan digelar pada 15 Oktober mendatang. Pasalnya, penyelenggaraan kompetisi tersebut dinilai telah melanggar statuta PSSI.


Harbiansyah menjelaskan, PSSI telah melanggar statuta dengan memaksakan peserta kompetisi menjadi 24 klub. Seperti yang diketahui, enam klub dari 24 peserta kompetisi seperti PSMS Medan, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro, Bontang FC, dan Persema Malang dipaksakan masuk ke dalam kompetisi level tertinggi dengan masing-masing alasan berbeda.


"Kami akan menjalankan kompetisi dengan 18 klub karena itu sesuai statuta. Kalau kami ikut melanggar statuta, apa kata dunia?" jelas Harbiansyah kepada wartawan di Hotel Ambara, Kamis (13/10/2011) malam.


Selain itu, Harbiasyah yang juga sebagai Presiden Direktur Persisam Samarinda itu, menilai, kompetisi sangat tidak mungkin digelar pada 15 Oktober karena pengesahan pemain lokal dan asing belum dilakukan serta jadwal kompetisi yang kacau balau.


"Kalau kita jalankan 1 November tidak mungkin karena pengesahan pemain belum. Pengesahan pemain asing saja belum. Kita minta maksimal 18 klub. Kita mengacu pada statuta," beber Harbiansyah.


Harbiansyah menegaskan, pihaknya akan tetap mempertahankan PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi. PT Liga Prima Sportindo yang dibentuk oleh PSSI sebagai pengelola kompetisi dinilai Harbiansyah tidak kredibel karena tidak sesuai dengan amanat Kongres PSSI II di Bali yang digelar pada Januari lalu.


"Rencananya kami akan menggelar kompetisi per 1 Desember. Ini bukan tandingan. Kita ingin menegakkan aturan," tegas Harbiansyah.


View the original article here

Kamis, 13 Oktober 2011

Klub-klub Ancam Gelar Kompetisi Sendiri

Sejumlah klub mengancam akan menggelar kompetisi sendiri jika pengelolaan Liga Indonesia tidak diserahkan kembali ke PT Liga Indonesia. Ancaman itu disampaikan Harbiansyah Hanafiyah (Persisam Putra Samarinda), mewakili sejumlah klub itu, kepada wartawan di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (13/10/2011).


Keterangan dalam jumpa pers itu digelar di satu ruangan, tempat beberapa klub lain dan PT Liga Prima Indonesia menggelar temu manajer menjelang Liga Indonesia 2011/2012 yang dijadwalkan bergulir pada Sabtu (15/10/2011). "Kami menuntut agar penyelenggaraan liga sesuai Kongres PSSI di Bali. Dalam kongres itu telah diputuskan kompetisi Liga Super Indonesia akan dikelola PT Liga Indonesia," kata Harbiansyah.


Ia merujuk pada hasil Kongres PSSI di Bali, awal 2011, saat PSSI dipimpin Nurdin Halid. Menurut Harbiansyah, jika tuntutan tak dipenuhi PSSI yang telah menunjuk PT Liga Prima Indonesia untuk mengelola kompetisi profesional, klub-klub itu akan memutar kompetisi sendiri.


Harbiansyah mengklaim ada 14 klub yang menandatangani kesepakatan agar pengelolaan kompetisi dikembalikan ke PT Liga Indonesia. Dari daftar yang salinannya diberikan kepada wartawan, terdapat tanda tangan 12 perwakilan klub dari Persebaya (Wisnu Wardhana), Sriwijaya FC, Persipura, Persidafon, Persiwa, Persiba Balikpapan, Persela, PSPS, Pelita Jaya, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, dan Persisam.


Perpecahan di kalangan klub-klub peserta Liga Indonesia itu membuat kick off Liga Indonesia 2011/2012, yang dijadwalkan bergulir pada 15 Oktober di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terancam. Hingga berita ini diturunkan, PT Liga Prima Indonesia dan PSSI belum menggelar keterangan pers yang dijadwalkan pukul 20.30 WIB.


Setelah jumpa pers mereka berakhir, CEO Persiraja Banda Aceh Ariwibowo menggelar keterangan terpisah di lobi hotel. Ia mewakili 10 klub lain di pihak berlawanan. Mereka menuntut pengelola kompetisi tetap di bawah PT Liga Prima Indonesia yang telah ditunjuk PSSI.


Ariwibowo menyatakan bahwa pihaknya tetap meminta kompetisi musim ini digulirkan mulai 15 Oktober. Ia menyebutkan, kesepuluh klub tersebut adalah Persiraja, PSMS, Persiba Bantul, Persija (diwakili Bambang Cipto), PSM, Arema, Persibo, Persijap, Persema, dan Persebaya. (SAM)


View the original article here

Inilah Kelebihan-Kelemahan Peserta Kompetisi

 

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyelesaikan tugasnya memverifikasi 24 klub yang akan mengikuti kompetisi level tertinggi pada musim ini. Dari hasil verifikasi tersebut, terdapat empat kelemahan dari klub-klub Indonesia. Salah satunya, AFC menemukan banyak stadion yang tidak berkelas A untuk layak menggelar kompetisi internasional.


Hal tersebut diungkapkan Tokuaki Suzuki selaku Director of Competitions AFC seusai acara manager meeting antara PSSI dan 24 klub di Hotel Ambara, Kamis (13/10/2011) malam.


"Indonesia satu dari sebelas negara yang kami verifikasi. Kami menemukan empat kelemahan dari verifikasi yang kami lakukan. Pertama adalah begitu banyak stadion di sini, tetapi sedikit yang memenuhi stadion berkelas A. Secara umum, keadaan stadion tidak ada lampu, dan kursi yang bernomor sedikit," ungkap Suzuki.


"Kami telah berdiskusi dengan pengelola stadion mengenai apa saja yang perlu dibenahi," sambungnya.


Menurut Suzuki, kelemahan kedua, klub-klub di Indonesia tidak memiliki organisasi yang rapi dalam pelaksanaan pertandingan. "Begitu banyaknya penonton dan antusiasme media, kerapian pertandingan sangat penting jika ingin menjadi tuan rumah berskala internasional," ujar Suzuki.


Suzuki melanjutkan, kelemahan ketiga, manajemen klub dan profesionalisme manajemen klub, keuangan klub, dan legalitas klub masih lemah.


"Kelemahan keempat adalah sistem pembinaan usia muda. Kami melihat klub memiliki pembinaan pemain muda. Namun, hal itu hanya di usia atas dan tidak memiliki struktur seperti pembinaan di usia 12 tahun ke bawah dan seterusnya. Tidak ada kompetisi yang aktif untuk kategori usia dini," beber Suzuki.


Meski begitu, Suzuki menyatakan, klub-klub Indonesia memiliki dua kelebihan. Indonesia adalah suatu negara yang berpotensi untuk mengikuti kompetisi profesional.


"Kami menemukan dua kelebihan, yakni ketertarikan media dan jangkauan siaran televisi. Kelebihan lain adalah, masyarakat yang begitu antusias terhadap sepak bola. Dua aspek ini penting bagi masa depan sepak bola Indonesia," ungkapnya.


Ketika disinggung apakah kelemahan ini bisa mengancam klub-klub Indonesia tidak tampil di Liga Champions Asia pada musin 2012-2013, Suzuki enggan menanggapi. Pasalnya, hasil verifikasi ini akan diserahkan kepada Komite Ad Hoc. Komite tersebut baru akan membuat keputusan pada November mendatang.


View the original article here

Senin, 10 Oktober 2011

Deltras Belum Terima Jadwal Kompetisi

Para pemain Delta Putra Sidoarjo (Deltras) meradang. The Lobster, julukan Deltras, dijadwalkan bermain pada melawan Persema Malang 17 Oktober mendatang. Akan tetapi, anehnya, tim asal Sidoarjo ini belum menerima salinan jadwal dari PT Liga Prima Indonesia selaku regulator kompetisi musim ini.

"Kami tidak habis pikir dengan format kompetisi yang dibuat oleh PSSI. Mereka mewacanakan kompetisi diputar pada 15 Oktober, tapi sampai hari ini kok kami belum menerima jadwal," keluh asisten pelatih Deltras, Blitz Tarigan, kemarin (9/10).

Ya, dalam jadwal yang dirilis oleh PT Liga Prima Indonesia, kick off akan diawali dengan laga Persib Bandung dan Semen Padang pada 15 Oktober. Besoknya Persiba Bantul vs Persipura (16/10), serta Deltras vs Persema (17/10).


Kemudian Persib vs Persipura (19/10), serta Persisam Samarinda vs Persiba Balikpapan (22/10) sebagai laga penutup di bulan Oktober. Sebab, kompetisi akan diliburkan sampai 26 November karena ada perhelatan SEA Games 2011.


Menurut Blitz, dengan tidak adanya kepastian jadwal tersebut membuat program latihan yang telah disusun berantakan. Akibatnya, mereka kesulitan untuk menentukan peak performance para pemain.


"PSSI salah kaprah, masa sampai saat ini kami tidak diberikan jadwal kompetisi. Bahkan, informasi pertandingan melawan Persema pun kami tahunya malah dari wartawan bukan dari PSSI," keluh mantan pelatih kiper Persisam Samarinda ini.


Dia berharap, PT Liga Prima Indonesia segera mengirimkan jadwal kompetisi kepada mereka. "Biar kami tidak meraba-raba dalam keraguan. Kami butuh kejelasan dari jadwal," lanjut dia.


Sementara itu, tim runner up Divisi Utama 2009-2010 ini terus menambah amunisi pemain asingnya. Setelah lebih dulu mengikat Mijo Dadic (Kroasia), kali ini manajemen melakukan kontrak dengan dua pemain asing lainnya Sanne Rooney (Australia) dan Shin Hyu Joo (Korsel).


Shin Hyu Joon bukan pendatang baru di sepak bola Indonesia, musim kemarin dia membela PSPS Pekanbaru. Sementara Rooney adalah pemain asal Benua Kanguru, julukan Australia yang baru ikut seleksi di Deltras empat hari terakhir.


"Sudah, mereka sudah dikontrak oleh manajemen. Shin dikontrak setelah banyak Deltmania suka dengan gaya permainannya selama seleksi. Sementara Rooney adalah pemain cerdas dan visioner. Pelatih (Jorg Peter Steinebrunner) suka dengan gaya permainan dia," tambah Troy Medicana, asisten pelatih fisik Deltras.


Dengan begitu, Deltras masih menyisahkan jatah satu pemain asing untuk melengkapi kuota maksimal empat pemain asing. Menurut Troy, satu posisi itu akan diisi oleh mantan penyerang Pelita Walter Brizuela Benitez asalArgentina. "Manajemen sudah melihat gaya permainan dia, dan mereka suka," lanjut dia. (dik)



View the original article here

Kamis, 06 Oktober 2011

Toni: Ada Dua Opsi Soal Jadwal Kompetisi

Wakil Ketua Komite Kompetisi, Toni Apriliani, mengungkapkan, pihaknya sudah memegang dua draft jadwal kompetisi Liga Prima musim 2011-2012. Namun, Komite Kompetisi, katanya, masih akan mempelajari lebih jauh soal ini.
Selama ini, kepastian soal jadwal kompetisi masih simpang siur. Bahkan ada yang beranggapan, kompetisi yang dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 15 Oktober mendatang bisa molor. Tetapi, Toni mengatakan bahwa kompetisi akan tetap dimulai sesuai jadwal yang ada.
"Jadwal sudah ada. Mulai kompetisi tetap tanggal 15 Oktober. Ada dua opsi. Kalau sepekan bermain dua kali (hanya Sabtu-Mingu), maka selesainya pada September 2012. Opsi lain bermain empat kali sepekan (Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu), berakhirnya pada Mei 2012. Itu opsi yang diberikan PT Liga Prima," ujar Toni ketika dihubungi Kompas.com.
"Tetapi kami masih harus mempelajari. Kami juga harus membahas ini dengan klub-klub, karena pertandingannya sangat panjang," lanjutnya.
Toni juga mengungkapkan, regulasi kompetisi sudah ditetapkan oleh PSSI dan PT Liga Prima. "Kemarin malam, sudah kita sosialisasikan kepada klub-klub. Itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diingingkan," jelasnya.
View the original article here

Rabu, 05 Oktober 2011

Pelita Bersiap Diri Jelang Kompetisi yang Tak Pasti

 
Di tengah ketidakpastian jadwal kompetisi Liga Prima 2011-2012, Pelita Jaya Karawang tetap fokus mempersiapkan diri. Setelah sebelumnya menjalani pertandingan uji coba di Padang, Pelita kembali menjalani laga persahabatan.
Rabu (5/10/2011), pasukan Misha Radovic berlatih tanding dengan klub asal Bandung, Persikab. Dalam laga ini, Pelita menang telak 3-0. Feriansyah menjadi bintang dengan mencetak hat-trik dalam laga tersebut.
"Pelita akan terus melakukan persiapan dengan menjalani pertandingan seperti ini. Tujuannya menjaga kebugaran fisik pemain yang sudah dibangun, sekaligus mengasah terus kerja sama tim," ujar Djajang Nurjaman kepada Kompas.com.
Djajang menilai, ada peningkatan permainan dari Edi Hafid dkk ketimbang performa di Padang. "Yang meningkat adalah agresivitas dan penerapan marking," jelasnya.
Sementara itu, bek Edi Hafid mengaku puas dengan hasil ini. Ia kemudian berharap kemenangan di laga ujicoba ini bisa membawa dampak positif untuk menghadapi pertandingan sesungguhnya.
View the original article here